Harga emas melonjak lebih dari 2% mendekati level $4.600 pada perdagangan Rabu (25/03), melanjutkan penguatan dari sesi sebelumnya. Kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya harapan akan meredanya konflik berkepanjangan di Timur Tengah, setelah muncul laporan bahwa Amerika Serikat tengah menjajaki pembicaraan dengan Iran. Media Israel menyebutkan adanya rencana gencatan senjata selama satu bulan guna membuka ruang negosiasi, sementara laporan lain mengungkap proposal perdamaian yang diajukan untuk menyelesaikan ketegangan.
Optimisme pasar tetap terjaga meskipun Presiden Donald Trump memerintahkan pengiriman sekitar 2.000 pasukan ke kawasan tersebut. Langkah ini diambil seiring upaya pemerintah AS mengevaluasi strategi untuk mengurangi pengaruh Iran di Selat Hormuz, jalur vital perdagangan energi global. Kondisi ini mendorong investor kembali melirik emas sebagai aset lindung nilai di tengah dinamika geopolitik yang masih berkembang.
Sebelumnya, harga emas sempat anjlok hingga 25% dari puncaknya pada bulan Maret akibat lonjakan harga energi yang dipicu konflik Iran, sehingga meningkatkan kekhawatiran inflasi global. Situasi tersebut memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral utama, termasuk Federal Reserve, akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Pernyataan Gubernur Michael Barr juga menegaskan bahwa kebijakan moneter ketat masih diperlukan untuk mengendalikan tekanan inflasi.
OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAUUSD pada timeframe 1 jam menunjukkan sinyal pemulihan setelah fase tekanan kuat sebelumnya. Harga berhasil menembus area struktur penting (CHoCH) di sekitar 4.430, yang kini berpotensi menjadi support baru. Selama level ini bertahan, bias jangka pendek cenderung bullish dengan peluang melanjutkan kenaikan menuju area target pertama di kisaran 4.620, lalu berlanjut ke zona resistance berikutnya mendekati 4.770. Struktur higher low yang mulai terbentuk juga memperkuat indikasi perubahan arah tren.
Namun, skenario kenaikan dapat batal apabila harga kembali turun dan menembus area invalidasi di sekitar 4.350. Jika itu terjadi, tekanan jual berpotensi kembali mendominasi dan membawa harga menguji level support lebih rendah. Oleh karena itu, pelaku pasar perlu memperhatikan reaksi harga di area support kunci serta konfirmasi lanjutan sebelum mengambil posisi, mengingat volatilitas emas masih dipengaruhi sentimen global yang dinamis.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.