Harga emas turun di bawah $5.000 per ounce pada awal pekan setelah sebelumnya melonjak lebih dari 2% akibat data inflasi Amerika Serikat yang lebih lemah dari perkiraan. Angka tersebut memperkuat ekspektasi pemangkasan suku bunga bank sentral, dengan pelaku pasar kini memperkirakan lebih dari dua kali penurunan sepanjang tahun ini. Kondisi inflasi yang melandai membuat minat terhadap aset lindung nilai tetap terjaga meski terjadi koreksi jangka pendek.
Fokus investor selanjutnya tertuju pada risalah rapat bank sentral, estimasi awal pertumbuhan ekonomi AS, serta indikator inflasi PCE untuk mencari petunjuk waktu pelonggaran kebijakan berikutnya. Rangkaian data tersebut berpotensi menggerakkan dolar dan imbal hasil obligasi, dua faktor utama yang menentukan arah logam mulia dalam waktu dekat.
Di sisi geopolitik, pasar memantau negosiasi nuklir antara Amerika Serikat dan Iran serta upaya perdamaian konflik Ukraina yang kembali dibahas. Perkembangan isu global ini dapat memengaruhi sentimen risiko dan permintaan aset aman. Meski volatilitas meningkat, emas tetap ditopang pembelian bank sentral dan perpindahan dana investor dari obligasi serta mata uang utama.
OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAUUSD timeframe 1 jam menunjukkan harga masih tertahan di zona supply sekitar 5.040 – 5.090 setelah reli tajam dari area demand. Struktur pasar berubah menjadi fase konsolidasi dengan terbentuknya rejection berulang di resistance, menandakan tekanan jual masih dominan. Selama harga bertahan di bawah area tersebut, peluang pullback menuju retracement Fibonacci 38,2% hingga 61,8% di kisaran 4.980 – 4.940 tetap terbuka.
Jika koreksi mampu bertahan di golden ratio, emas berpotensi melanjutkan kenaikan menuju target resistance berikutnya di sekitar 5.090 bahkan kembali menguji puncak sebelumnya. Namun skenario bullish akan batal apabila harga menembus support utama 4.878, karena kondisi itu membuka ruang pelemahan lebih dalam dan mengubah bias jangka pendek menjadi bearish.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.