Harga emas mencetak rekor tertinggi baru di atas USD 4.380 per ons, didorong oleh ekspektasi penurunan suku bunga Amerika Serikat dan meningkatnya ketegangan geopolitik global. Data inflasi AS yang lebih lemah dari perkiraan memperkuat keyakinan pasar bahwa Federal Reserve berpotensi memangkas suku bunga dua kali lagi tahun depan, sehingga menekan dolar AS dan meningkatkan daya tarik emas sebagai aset lindung nilai.
Dari sisi geopolitik, ketidakpastian semakin meningkat setelah Amerika Serikat memantau kapal lain di dekat Venezuela, menyusul penyitaan dua tanker sebelumnya. Situasi diperparah oleh serangan Ukraina terhadap tanker Rusia di Laut Mediterania yang pertama kali terjadi memicu kekhawatiran gangguan pasokan energi dan memperkuat permintaan safe haven seperti emas.
Secara kinerja, emas telah melonjak lebih dari 60% sepanjang tahun ini, menempatkannya pada jalur pencapaian tahunan terbaik sejak 1979. Reli kuat ini tidak hanya dipicu faktor makro dan geopolitik, tetapi juga didukung oleh pembelian agresif bank sentral serta arus masuk ETF yang konsisten, menegaskan sentimen bullish jangka menengah hingga panjang pada pasar emas global.
OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAUUSD masih berada dalam tren naik, didukung struktur higher high dan higher low. Area 4.375 – 4.380 menjadi resistance penting setelah terbentuk weak high, sehingga potensi koreksi jangka pendek tetap terbuka selama harga tertahan di zona tersebut.
Dari sisi teknikal, support Fibonacci 23,6% – 38,2% di 4.328 – 4.315 menjadi area kunci untuk kelanjutan bullish. Selama harga bertahan di atas 4.303, peluang emas melanjutkan kenaikan menuju area 4.400 masih dominan.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.