Harga Gold bertahan di sekitar $5.000 per ounce pada awal pekan setelah mengalami penurunan selama dua minggu berturut-turut. Pergerakan ini terjadi di tengah volatilitas harga energi yang meningkat menyusul serangan Amerika Serikat terhadap fasilitas ekspor minyak utama Iran di Kharg Island pada akhir pekan. Ketegangan geopolitik tersebut memperbesar kekhawatiran terhadap pasokan energi global dan memicu ketidakpastian di pasar keuangan.
Situasi semakin memanas setelah Teheran melancarkan serangan balasan terhadap Israel serta sejumlah infrastruktur energi di beberapa negara Arab. Konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran kini memasuki minggu ketiga tanpa tanda penyelesaian yang jelas, sehingga meningkatkan volatilitas di berbagai aset global. Ketidakpastian geopolitik seperti ini biasanya mendukung permintaan aset lindung nilai, meskipun tekanan makroekonomi tetap membayangi pergerakan harga emas.
Lonjakan harga energi turut meningkatkan tekanan inflasi global, yang pada gilirannya menurunkan ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh bank sentral utama. Federal Reserve diperkirakan mempertahankan suku bunga pada pertemuan pekan ini, sementara otoritas moneter di kawasan Eurozone, Inggris, Jepang, Swiss, Australia, Kanada, China, Brasil, dan Rusia juga dijadwalkan mengumumkan kebijakan moneternya. Sikap hati-hati bank sentral tersebut dapat menjadi tantangan bagi logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas.
OPINI ANALIS TRAZE

Analisis teknikal XAUUSD pada timeframe 1 jam menunjukkan tekanan jual masih mendominasi setelah harga gagal menembus area resistance sekitar 5.120. Penolakan kuat di zona tersebut memicu penurunan tajam yang mengubah struktur pasar menjadi lebih bearish. Saat ini pergerakan berada di dekat area 5.000 yang menjadi support psikologis sekaligus zona penting setelah terjadinya perubahan karakter pergerakan harga sebelumnya.
Selama emas tetap bergerak di bawah area resistance 5.060 – 5.120, potensi pelemahan masih terbuka menuju support berikutnya di sekitar 4.925 sebagai target teknikal terdekat. Jika tekanan jual berlanjut dan level tersebut ditembus, penurunan dapat berlanjut menuju area 4.870 sebagai proyeksi lanjutan. Namun, skenario bearish dapat melemah apabila harga kembali naik dan mampu bertahan di atas 5.120, yang berpotensi memicu pemulihan jangka pendek pada harga emas.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.