Harga emas bergerak stabil di kisaran USD 4.590 per ons pada Selasa (13/01), bertahan dekat rekor tertinggi sebelumnya. Permintaan aset aman menguat seiring ketidakpastian kebijakan The Fed serta meningkatnya ketegangan geopolitik. Kondisi tersebut membuat logam mulia tetap diminati investor global.
Sentimen pasar semakin sensitif setelah jaksa Amerika Serikat membuka penyelidikan pidana terkait kesaksian Ketua The Fed, Jerome Powell, pada Juni lalu. Powell menilai langkah itu sebagai upaya Presiden Donald Trump menekan bank sentral agar menurunkan suku bunga. Di sisi lain, Trump mengumumkan tarif 25% bagi negara yang melakukan perdagangan dengan Iran, memperbesar tekanan di tengah gelombang protes nasional dan ancaman militer.
Fokus pelaku pasar kini tertuju pada rilis data inflasi AS yang dijadwalkan hari ini. Laporan tersebut dinilai krusial setelah data ketenagakerjaan Desember menunjukkan perlambatan pasar tenaga kerja. Meski The Fed diperkirakan menahan suku bunga dalam waktu dekat, ekspektasi pemangkasan dua kali pada tahun ini masih menjadi perhitungan utama investor.
OPINI ANALIS TRAZE

Harga emas XAUUSD pada timeframe satu jam masih menunjukkan struktur bullish yang solid setelah mencetak rekor tertinggi baru. Pergerakan harga saat ini tertahan di area konsolidasi sehat di atas zona demand, menandakan pasar sedang mengumpulkan tenaga sebelum menentukan arah berikutnya. Selama harga mampu bertahan di atas area support kunci, peluang kelanjutan tren naik tetap terbuka dengan potensi pengujian kembali area puncak sebelumnya.
Dari sisi teknikal, zona demand terdekat berperan penting sebagai penopang pergerakan harga. Selama area ini tidak ditembus, skenario kenaikan masih lebih dominan dibandingkan koreksi dalam. Namun, jika terjadi tekanan jual yang kuat hingga menembus struktur tersebut, potensi penurunan ke area support lebih rendah patut diwaspadai. Kondisi ini membuat manajemen risiko menjadi faktor krusial bagi trader emas dalam jangka pendek.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.