Harga emas (XAU/USD) bergerak positif di sekitar 4.985 dolar AS pada awal sesi Asia Kamis (18/02), didukung peningkatan permintaan aset safe haven di tengah perubahan sentimen geopolitik. Fokus pelaku pasar tertuju pada rilis data klaim pengangguran awal, penjualan rumah tertunda, serta pernyataan pejabat Federal Reserve yang dapat memberi petunjuk arah kebijakan moneter selanjutnya.
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat setelah Wakil Presiden JD Vance menilai Iran belum memenuhi tuntutan utama Washington. Presiden Donald Trump juga menegaskan opsi militer tetap terbuka jika jalur diplomasi gagal menghentikan program nuklir Teheran. Kondisi ini mendorong minat terhadap emas sebagai lindung nilai di tengah risiko global.
Likuiditas pasar relatif tipis karena libur di sejumlah wilayah besar, membuka peluang akumulasi pada harga yang lebih rendah menurut analis BMO Capital Markets. Namun, penguatan dolar AS berpotensi membatasi kenaikan lebih lanjut, terutama setelah risalah FOMC menunjukkan sebagian pembuat kebijakan masih membuka peluang kenaikan suku bunga jika inflasi tetap tinggi.
OPINI ANALIS TRAZE

Secara teknikal, XAUUSD pada timeframe 1 jam menunjukkan potensi pemulihan setelah harga memantul dari area demand kuat di sekitar 4.850 – 4.900 dan membentuk struktur higher low. Pergerakan kini bergerak dalam fase konsolidasi di atas level 4.950 dengan bias naik selama harga bertahan di atas support dinamis tersebut. Area resistance terdekat berada di kisaran 5.010 hingga 5.040 yang menjadi kunci untuk melanjutkan momentum bullish.
Indikator momentum mulai menunjukkan pelemahan sementara, mengindikasikan peluang pullback sebelum kenaikan lanjutan. Selama harga tidak menembus area invalidasi di bawah 4.900, peluang penguatan menuju resistance tetap terbuka. Strategi yang dapat dipertimbangkan adalah menunggu koreksi sehat ke area support sebagai peluang entry buy dengan konfirmasi price action yang jelas.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.