Harga emas (XAUUSD) menguat mendekati level $4.600 per ounce pada Selasa (31/03), didorong meredanya harga minyak dunia yang sempat memicu tekanan besar di pasar. Meski demikian, secara bulanan logam mulia ini masih berpotensi mencatat penurunan sekitar 13% sepanjang Maret, menjadi performa terburuk sejak krisis keuangan global 2008. Penurunan tajam tersebut mencerminkan perubahan sentimen investor yang sebelumnya menjadikan emas sebagai aset lindung nilai utama.
Tekanan terhadap emas muncul akibat lonjakan inflasi yang dipicu kenaikan harga energi, khususnya minyak, sehingga mendorong ekspektasi kebijakan suku bunga yang lebih agresif. Di tengah kondisi ini, konflik Timur Tengah yang telah memasuki minggu kelima turut memperburuk ketidakpastian global. Iran dilaporkan menutup Selat Hormuz serta mengancam jalur pelayaran di Laut Merah, memicu kekhawatiran gangguan pasokan energi dan distribusi global.
Di sisi lain, Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, menyampaikan bahwa ekspektasi inflasi jangka panjang Amerika Serikat masih relatif stabil meskipun risiko geopolitik meningkat. Bank sentral memilih mempertahankan kebijakan saat ini guna mengevaluasi dampak ekonomi dari konflik Iran secara lebih menyeluruh. Sikap hati-hati ini menjadi faktor penting yang akan menentukan arah pergerakan emas ke depan, terutama dalam merespons dinamika suku bunga dan ketegangan global.
OPINI ANALIS TRAZE
Pergerakan XAUUSD pada timeframe 30 menit menunjukkan fase koreksi setelah reli impulsif yang sempat menembus area resistance kuat. Harga kini kembali masuk ke zona retracement Fibonacci, dengan area 50% – 61,8% menjadi titik krusial yang berpotensi menjadi support dinamis. Struktur market masih mencerminkan potensi bullish selama harga mampu bertahan di atas garis tren naik, meskipun tekanan jual jangka pendek terlihat dari penolakan di area puncak sebelumnya (weak high).
Selama harga tidak menembus area invalidasi di sekitar support bawah, peluang rebound tetap terbuka dengan target kenaikan menuju resistance terdekat hingga area target lanjutan. Namun, jika tekanan jual berlanjut dan support gagal dipertahankan, maka skenario penurunan lebih dalam bisa terjadi. Oleh karena itu, fokus utama pelaku pasar saat ini adalah reaksi harga di zona golden ratio sebagai penentu arah pergerakan berikutnya.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.