Harga emas menguat ke kisaran USD 4.900 per ounce pada Rabu (18/02), memulihkan sebagian penurunan dua hari sebelumnya. Kenaikan ini didorong aksi beli saat harga terkoreksi, di tengah evaluasi pasar terhadap arah kebijakan moneter Federal Reserve. Pelaku pasar kembali menimbang peluang pergerakan suku bunga yang akan memengaruhi daya tarik logam mulia.
Gubernur The Fed Michael Barr menyatakan suku bunga sebaiknya tetap ditahan hingga inflasi menunjukkan kemajuan menuju target dua persen. Sementara itu, Presiden The Fed Chicago Austan Goolsbee membuka peluang pemangkasan tambahan tahun ini jika tren penurunan inflasi berlanjut. Investor kini menanti risalah FOMC, data PDB, serta inflasi inti PCE sebagai petunjuk lanjutan arah kebijakan.
Di sisi lain, permintaan jangka pendek cenderung melandai seiring dimulainya libur Tahun Baru Imlek di Tiongkok yang mengurangi likuiditas pasar. Perkembangan geopolitik juga membatasi kenaikan, setelah laporan menunjukkan kemajuan dialog AS – Iran dan negosiasi Rusia–Ukraina. Kombinasi faktor tersebut membuat pergerakan emas tetap sensitif terhadap sentimen global.
OPINI ANALIS TRAZE

Harga XAU/USD pada grafik 30 menit menunjukkan pemulihan setelah membentuk pantulan kuat dari area golden ratio 61,8% di kisaran 4.868. Reaksi beli dari zona tersebut mendorong harga kembali ke atas 4.900 dan membentuk perubahan karakter (ChoCH), menandakan peluang pembalikan jangka pendek. Selama bertahan di atas 4.890, momentum rebound masih terjaga dengan target uji resistance 4.950 hingga 4.980.
Namun, area suplai di sekitar 4.960–4.980 menjadi hambatan krusial yang dapat memicu tekanan jual baru. Jika harga gagal menembus zona tersebut, potensi koreksi ulang ke 4.880 tetap terbuka. Sebaliknya, breakout bersih di atas resistance akan memperkuat bias bullish dan membuka ruang kenaikan lanjutan dalam pergerakan intraday.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.