Harga perak menguat ke sekitar $89 per ounce pada perdagangan Selasa (10/03) setelah sempat turun di bawah $80 pada sesi sebelumnya. Kenaikan ini terjadi seiring pelemahan dolar Amerika Serikat setelah muncul harapan bahwa konflik antara Amerika Serikat dan Iran dapat segera berakhir. Meredanya permintaan terhadap aset safe haven seperti dolar turut mendorong logam mulia kembali diminati oleh pelaku pasar.
Presiden AS Donald Trump menyatakan operasi militer di Iran hampir mencapai tahap akhir dan berjalan jauh lebih cepat dari perkiraan awal yang diperkirakan berlangsung beberapa minggu. Ia juga mengisyaratkan rencana pelonggaran sanksi terkait minyak serta pengawalan kapal tanker oleh Angkatan Laut AS di Selat Hormuz guna menjaga stabilitas pasokan energi dan menahan lonjakan harga minyak global.
Sebelumnya, dolar sempat menguat tajam karena meningkatnya permintaan aset aman di tengah kekhawatiran konflik Timur Tengah dapat memicu gangguan ekonomi berkepanjangan serta tekanan inflasi. Kini perhatian investor tertuju pada rilis data inflasi Amerika Serikat dalam waktu dekat yang diharapkan memberikan gambaran baru mengenai arah harga, meskipun dampak penuh dari konflik Iran kemungkinan belum sepenuhnya tercermin dalam laporan tersebut.
OPINI ANALIS TRAZE

Analisis teknikal XAGUSD timeframe 1 jam menunjukkan harga sedang mengalami koreksi setelah reli kuat yang membawa harga mendekati area 90.00. Penolakan di level tersebut memicu pullback menuju zona support Fibonacci di kisaran 86.00 – 84.80 yang kini menjadi area penting bagi pergerakan selanjutnya.
Selama harga bertahan di atas zona tersebut, peluang kenaikan masih terbuka dengan target menuju 92.87 dan potensi lanjutan ke sekitar 96.48. Namun jika support utama di sekitar 81.90 ditembus, tekanan jual dapat meningkat dan membuka ruang koreksi lebih dalam.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.