Indeks dolar melemah ke kisaran 97,5 pada awal pekan, mencatat penurunan dua sesi beruntun seiring pelaku pasar menanti rilis data ekonomi penting yang tertunda akibat penutupan sebagian pemerintahan AS. Fokus utama tertuju pada laporan ketenagakerjaan Januari yang dijadwalkan rilis Rabu, disusul data penjualan ritel Desember. Sementara itu, laporan inflasi konsumen Januari yang sempat tertunda akan diumumkan pada Jumat, menambah kehati-hatian pelaku pasar dalam mengambil posisi.
Sejumlah indikator terbaru mengarah pada perlambatan pasar tenaga kerja, yang memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve kemungkinan menahan suku bunga pada pertemuan Maret. Namun, peluang pemangkasan suku bunga mulai dipertimbangkan untuk pertengahan tahun, tepatnya Juni dan berlanjut ke September. Ekspektasi kebijakan moneter yang lebih longgar ini menjadi salah satu faktor penekan pergerakan dolar AS dalam beberapa sesi terakhir.
Di sisi lain, membaiknya sentimen risiko turut membebani kinerja greenback, tercermin dari penguatan saham teknologi, logam mulia, serta aset kripto. Pergerakan dolar terhadap yen juga terlihat fluktuatif setelah kemenangan telak koalisi pimpinan Perdana Menteri Sanae Takaichi dalam pemilu akhir pekan di Jepang, yang membuka ruang kebijakan fiskal lebih ekspansif dan memengaruhi dinamika nilai tukar kedua mata uang tersebut.
OPINI ANALIS TRAZE

Indeks dolar (DXY) pada timeframe satu jam terlihat berada dalam fase pelemahan setelah gagal bertahan di area resistance Fibonacci 50–61,8 persen di sekitar 97,55–97,60. Struktur harga menunjukkan perubahan karakter (CHoCH) disusul penembusan struktur bawah (BOS) yang menandakan tekanan jual masih dominan. Saat ini pergerakan mendekati level ekstensi 100 persen di kisaran 97,23, yang menjadi support terdekat sebelum harga berpotensi melanjutkan penurunan.
Area demand kuat tampak berada di sekitar 97,08 yang bertepatan dengan ekstensi 161,8 persen, sehingga berpeluang menjadi zona pantulan teknikal. Selama harga belum mampu kembali menembus dan bertahan di atas 97,45, bias jangka pendek masih cenderung bearish. Skenario rebound memungkinkan terjadi dari demand zone, namun tetap memerlukan konfirmasi reaksi harga sebelum membuka peluang koreksi naik lebih lanjut.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.