Harga emas naik mendekati $5.180 per ounce pada perdagangan Selasa (10/03), memulihkan penurunan yang terjadi pada sesi sebelumnya. Kenaikan ini terjadi setelah dolar Amerika Serikat melemah menyusul pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengisyaratkan bahwa konflik di Timur Tengah berpotensi segera mereda. Sentimen tersebut mendorong minat investor kembali ke pasar logam mulia sebagai aset lindung nilai.
Trump sebelumnya berupaya menenangkan pasar dengan menyebut operasi militer yang berlangsung sebagai “ekskursi kecil” di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran. Pernyataan tersebut memicu respons dari pihak Iran yang menegaskan bahwa mereka yang akan menentukan kapan konflik tersebut berakhir. Situasi geopolitik ini sempat menimbulkan kekhawatiran pasar bahwa konflik berkepanjangan dapat memicu lonjakan inflasi global.
Kekhawatiran inflasi sebelumnya membuat pelaku pasar mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve tahun ini. Saat ini, pasar memperkirakan pelonggaran sekitar 40 basis poin hingga akhir tahun, turun dari lebih dari 55 basis poin pada akhir Februari. Investor kini menunggu rilis data inflasi utama Amerika Serikat, termasuk indeks harga konsumen (CPI) dan PCE, yang diperkirakan memberikan petunjuk baru mengenai arah kebijakan moneter bank sentral AS.
OPINI ANALIS TRAZE

Analisis teknikal XAUUSD pada timeframe 1 jam menunjukkan harga sedang menguji area resistensi penting setelah memantul dari zona support di kisaran 5.050–5.100. Pergerakan terbaru membentuk struktur kenaikan jangka pendek yang mendorong harga mendekati level 5.186. Area ini menjadi batas krusial karena sebelumnya menjadi titik penolakan yang memicu tekanan jual.
Jika mampu menembus 5.186, emas berpotensi melanjutkan kenaikan menuju target sekitar 5.233 dan berlanjut ke area 5.292. Namun apabila kembali tertahan, harga berpeluang terkoreksi lebih dulu untuk menguji support di sekitar 5.100 yang menjadi zona demand sekaligus area penopang tren jangka pendek.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.