Indeks dolar AS melemah tajam hingga di bawah level 99 pada Rabu (08/04), mencapai titik terendah dalam empat minggu terakhir. Pelemahan ini dipicu oleh keputusan Donald Trump yang menunda rencana serangan terhadap infrastruktur sipil Iran selama dua minggu. Kebijakan tersebut disebut sebagai “gencatan senjata dua arah” dengan syarat Iran membuka kembali Selat Hormuz, jalur penting perdagangan energi global.
Dalam pernyataannya, Trump juga mengungkapkan bahwa Amerika Serikat telah menerima proposal 10 poin dari Iran yang dinilai sebagai dasar negosiasi yang layak. Kesepakatan sementara ini memberi ruang bagi kedua pihak untuk merampungkan perjanjian dalam waktu dua minggu. Iran sendiri setuju membuka kembali jalur pelayaran strategis tersebut dengan syarat seluruh serangan dihentikan, sementara Israel dilaporkan turut menyetujui gencatan senjata ini.
Di sisi ekonomi, ekspektasi inflasi konsumen AS meningkat pada bulan Maret, diiringi lonjakan biaya transportasi di sektor logistik. Kondisi ini menambah tekanan terhadap prospek ekonomi global di tengah ketegangan geopolitik. Pasar kini menantikan rilis data Indeks Harga Konsumen (CPI) AS bulan Maret yang dijadwalkan Jumat, yang diperkirakan akan memberikan gambaran lebih jelas mengenai dampak konflik terhadap inflasi.
OPINI ANALIS TRAZE

Indeks Dolar AS (DXY) pada timeframe 1 jam masih berada dalam tekanan setelah gagal mempertahankan area supply di sekitar 100.00. Struktur harga menunjukkan perubahan karakter (CHoCH) yang menandakan potensi pergeseran tren jangka pendek ke arah bearish. Penurunan yang terjadi juga menembus beberapa level Fibonacci penting, memperkuat indikasi dominasi seller. Selama harga tetap berada di bawah area 99.60 – 99.90, peluang koreksi naik cenderung terbatas dan berisiko menjadi pullback sebelum melanjutkan pelemahan.
Saat ini, zona demand di kisaran 98.50 menjadi area kunci yang sedang diuji. Jika terjadi pantulan, harga berpotensi naik menuju area 99.00 sebagai resistance terdekat. Namun, skenario utama tetap mengarah pada penurunan lanjutan apabila tekanan jual berlanjut dan harga menembus support tersebut. Target berikutnya berada di area 98.20 hingga 97.70, sejalan dengan proyeksi ekstensi Fibonacci. Trader disarankan menunggu konfirmasi pergerakan sebelum mengambil posisi untuk meminimalkan risiko.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.