Indeks dolar bergerak stabil di sekitar level 99,5 setelah dua hari penguatan, dengan pasar menunggu rilis sejumlah data ekonomi AS yang sempat tertunda. Informasi ini penting karena dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai arah kebijakan suku bunga The Fed. Salah satu fokus utama pelaku pasar adalah laporan tenaga kerja non-pertanian September yang akan dirilis Kamis.
Beberapa pejabat The Fed belakangan ini menyampaikan keraguan terhadap peluang pemangkasan suku bunga pada Desember akibat kekhawatiran inflasi yang belum mereda. Gubernur The Fed Chris Waller tetap mendukung pemotongan suku bunga bulan depan, sementara Wakil Ketua Philip Jefferson menekankan perlunya langkah hati-hati dalam proses penurunan suku bunga berikutnya. Pandangan yang berbeda ini menambah ketidakpastian pasar terhadap arah kebijakan moneter.
Saat ini, pasar memperkirakan sekitar 43% kemungkinan pemangkasan 25 bps pada Desember, turun tajam dibanding awal bulan. Penguatan dolar juga terlihat jelas terhadap dolar Selandia Baru dan dolar Australia, menandakan meningkatnya permintaan terhadap aset berbasis dolar menjelang rilis data penting minggu ini.
DXY – Technical Analysis

OPINI ANALIS TRAZE
Indeks dolar di grafik 1 jam mulai melemah setelah menyentuh area resistance dan kini bergerak turun menuju zona demand. Area ini penting karena sebelumnya berhasil mendorong kenaikan kuat, sehingga peluang pantulan tetap ada bila pembeli kembali muncul.
Jika terjadi reaksi beli, indeks dolar berpotensi melanjutkan kenaikan dan menguji kembali resistance terdekat. Kenaikan ini dapat berlanjut selama harga mampu bertahan di atas level teknikal utama seperti golden ratio.
Namun, bila zona demand ditembus, indeks dolar bisa bergerak turun lebih dalam menuju support berikutnya. Arah selanjutnya sangat bergantung pada respons harga di area tersebut.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.