Indeks dolar bertahan di atas level seratus pada Jumat (21/11) dan berpeluang mencatat kenaikan mingguan hampir satu persen seiring melemahnya ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed pada Desember. Laporan ketenagakerjaan AS yang dirilis terlambat menunjukkan pertumbuhan pekerjaan meningkat, sementara tingkat pengangguran naik ke posisi tertinggi dalam empat tahun, namun data campuran ini tidak banyak mengubah pandangan pasar.

Rilis tersebut menjadi laporan tenaga kerja terakhir sebelum pertemuan FOMC bulan depan, sehingga pelaku pasar semakin yakin bank sentral akan mempertahankan kebijakan saat ini di tengah ketidakpastian ekonomi akibat penutupan pemerintahan AS. Pernyataan pejabat The Fed, Michael Barr, yang menegaskan perlunya kehati-hatian karena inflasi masih di atas target, turut memperkuat pandangan tersebut.
Dolar juga bersiap mengakhiri pekan dengan penguatan terhadap mayoritas mata uang utama, terutama terhadap yen, kiwi, dan aussie. Kombinasi sentimen kebijakan moneter yang ketat dan prospek ekonomi yang belum stabil membuat permintaan terhadap dolar tetap solid.
DXY – Technical Analysis

Indeks dolar terus menunjukkan momentum positif setelah memantul kuat dari area demand dan bergerak mendekati zona resistansi utama. Struktur naik yang terbentuk menandakan buyer masih dominan, meski harga sempat tertahan di level psikologis yang menjadi hambatan jangka pendek.
Pergerakan selanjutnya bergantung pada kemampuan indeks menembus resistansi kunci. Jika breakout terjadi, peluang kenaikan menuju area penawaran berikutnya semakin besar. Namun bila tertolak, indeks berpotensi melakukan pullback ringan ke zona perubahan karakter untuk menguji ulang kekuatan tren.
Bias tetap bullish selama area demand mampu menahan tekanan jual. Selama struktur higher low bertahan, indeks dolar masih memiliki ruang untuk melanjutkan penguatan dalam waktu dekat.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.