HomeMarket NewsDolar Menguat di Tengah Ancaman Perang Timur Tengah, Pasar Global Kian Tegang

Indeks dolar Amerika Serikat bertahan di atas level 100 pada awal pekan, melanjutkan penguatan selama empat sesi berturut-turut di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik. Konflik di Timur Tengah yang telah memasuki minggu kelima mendorong investor mencari aset aman, sehingga permintaan terhadap dolar meningkat signifikan. Ketidakpastian yang berkepanjangan, ditambah ancaman gangguan pasokan energi global, membuat mata uang ini tetap kokoh dibandingkan mata uang utama lainnya.

Situasi semakin memanas setelah pernyataan Presiden Donald Trump terkait potensi pengambilalihan fasilitas ekspor minyak Iran, serta laporan penambahan pasukan Amerika Serikat di kawasan tersebut. Keterlibatan kelompok Houthi yang didukung Iran turut memperluas konflik, memicu lonjakan harga minyak dunia hingga di atas 100 dolar per barel. Kenaikan harga energi ini meningkatkan kekhawatiran inflasi global dan memperkuat spekulasi bahwa kebijakan moneter The Fed akan tetap agresif.

Di tengah dinamika tersebut, pelaku pasar kini menanti rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat sebagai indikator arah ekonomi selanjutnya. Laporan seperti JOLTS, ADP payroll, hingga data tenaga kerja bulanan menjadi fokus utama karena berpotensi memengaruhi keputusan suku bunga ke depan. Meski pasar keuangan akan tutup saat libur Good Friday, rilis data penting tetap dinilai krusial dalam menentukan pergerakan dolar dan sentimen global dalam jangka pendek.

OPINI ANALIS TRAZE

Indeks dolar (DXY) pada timeframe 4 jam menunjukkan struktur yang mulai menguat setelah berhasil menembus area resistance miring, menandakan potensi perubahan tren jangka pendek. Pergerakan harga saat ini berada di sekitar area krusial, dengan level 100.239 menjadi target kenaikan berikutnya apabila momentum bullish tetap terjaga. Pola higher low yang terbentuk serta konfirmasi CHoCH (Change of Character) mengindikasikan dominasi buyer mulai meningkat, didukung oleh tekanan beli yang konsisten dalam beberapa sesi terakhir.

Namun demikian, skenario koreksi masih terbuka jika harga gagal mempertahankan posisi di atas area 99.401. Penurunan ke zona demand di kisaran 99.200 hingga 98.800 bisa terjadi sebagai bentuk retest sebelum melanjutkan kenaikan. Jika tekanan jual semakin kuat dan menembus 98.189, maka struktur bullish akan batal dan membuka peluang penurunan lebih dalam. Oleh karena itu, area support dan resistance saat ini menjadi kunci utama dalam menentukan arah pergerakan DXY selanjutnya.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Peringatan Risiko: Trading forex memiliki risiko tinggi dan tidak cocok untuk semua investor. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi di pasar valuta asing, Anda harus mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan toleransi risiko Anda. Ada kemungkinan Anda akan kehilangan sebagian atau seluruh modal awal Anda, sehingga Anda tidak boleh menginvestasikan uang yang tidak siap untuk Anda rugikan. Pastikan Anda sepenuhnya memahami semua risiko yang terlibat dalam trading forex dan, jika diperlukan, carilah saran dari penasihat keuangan independen. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Semua keputusan investasi merupakan tanggung jawab pribadi, dan tidak ada jaminan dari pihak mana pun bahwa Anda akan memperoleh keuntungan dari trading forex.

Disclaimer: Trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif mungkin tidak sesuai untuk semua investor. Anda dapat mengalami kerugian yang signifikan dalam waktu singkat. Jumlah uang yang Anda rugikan bisa lebih besar dari dana awal (Initial Margin) yang Anda setorkan ke Pialang Berjangka. Anda bisa kehilangan seluruh Margin Anda serta Margin tambahan yang ditempatkan di Pialang Berjangka untuk mempertahankan posisi Kontrak Derivatif Anda dalam Sistem Trading Alternatif. Hal ini karena Trading Berjangka sangat dipengaruhi oleh leverage, di mana investasi yang relatif kecil dapat digunakan untuk membuka posisi dengan nilai aset yang jauh lebih tinggi. Jika Anda tidak siap menghadapi risiko tersebut, sebaiknya Anda tidak melakukan trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif.

PT Traze Andalan Futures adalah Pialang Berjangka yang berizin dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) dengan Nomor Izin Usaha: 661/BAPPEBTI/SI/IV/2005 dan nomor izin SPA: 1294/BAPPEBTI/SP/7/2007, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Nomor Persetujuan Prinsip: S-161/PM.02/2025, Bank Indonesia (BI) dengan Nomor Terdaftar: 27/289/DPPK/Srt/B

PT Traze Andalan Futures merupakan Anggota Bursa Jakarta Futures Exchange (JFX) Nomor: SPAB-084/BBJ/09/04, anggota Kliring Berjangka Indonesia (KBI) Nomor: 09/AK-KBI/PN-PA/VII/2022, Anggota Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Nomor 049/SK/ICDX/DIR/III/2025, anggota Indonesia Clearing House (ICH) Nomor 051/SK/ICH/DIR/III/2025, serta anggota Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia (ASPEBTINDO) Nomor 0055/ASPEBTINDO/ANG-B/7/2015.

Seluruh layanan dan produk yang dapat diakses melalui situs www.traze.co.id disediakan oleh PT Traze Andalan Futures dengan alamat terdaftar perusahaan berlokasi di Sinarmas Land Plaza Sudirman (dh. Sinarmas MSIG Tower), Lantai 35, Jl. Jenderal Sudirman KAV 21, Kuningan, Karet, Kecamatan Setiabudi, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta, 12920 – Indonesia.

Harap diperhatikan bahwa PT Traze Andalan Futures tidak menyediakan layanan bagi penduduk di yurisdiksi tertentu, termasuk tetapi tidak terbatas pada Amerika Serikat, Brasil, Kanada, Mesir, Iran, Korea Utara (Democratic People’s Republic of Korea), dan Uni Eropa.

Official Website: www.traze.co.id | © 2026 Traze