Indeks dolar AS menguat melewati level 99,5 pada perdagangan awal pekan, sekaligus mencapai posisi tertinggi dalam lebih dari tiga bulan. Penguatan ini terjadi seiring lonjakan harga minyak dunia yang kembali menembus 100 dolar per barel. Kekhawatiran meningkat karena konflik berkepanjangan di Timur Tengah berpotensi mengganggu pasokan energi global dalam jangka panjang.
Pelaku pasar mulai menyesuaikan kembali proyeksi inflasi setelah ketegangan geopolitik memanas sejak pekan lalu. Kondisi tersebut memperkuat perkiraan bahwa bank sentral Amerika Serikat kemungkinan menunda rencana pemangkasan suku bunga. Ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat membuat mata uang AS semakin diminati oleh investor global.
Permintaan terhadap dolar juga meningkat karena arus pencarian aset aman ketika konflik Iran memasuki pekan kedua tanpa tanda penyelesaian. Presiden Donald Trump bahkan mendesak Teheran untuk menyerah tanpa syarat, sementara Iran menunjuk Mojtab Khamenei sebagai penerus pemimpin tertinggi negara tersebut. Dalam sepekan terakhir, performa dolar bahkan melampaui emas dan beberapa aset perlindungan lain, menarik perhatian besar pelaku pasar keuangan dunia.
OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan US Dollar Index (DXY) pada timeframe empat jam masih menunjukkan tren menguat setelah harga menembus struktur penting di area 97,6. Momentum tersebut mendorong indeks naik mendekati 99,2, menandakan dominasi pembeli masih kuat. Selama harga bertahan di atas zona permintaan sekitar 98,3, peluang kenaikan jangka pendek tetap terbuka.
Apabila penguatan berlanjut, indeks berpotensi menguji level psikologis 100 sebagai target berikutnya. Namun jika terjadi koreksi, area 98,3 hingga 97,6 menjadi zona dukungan yang berpotensi menahan tekanan jual sebelum tren selanjutnya terbentuk.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.