Indeks dolar AS menguat mendekati 99,5 pada Selasa (24/03), setelah sempat tertekan di sesi sebelumnya. Penguatan ini terjadi usai Iran membantah adanya pembicaraan untuk mengakhiri konflik, sekaligus menolak klaim dari Donald Trump. Di sisi lain, Teheran mengumumkan serangan baru terhadap target Amerika Serikat, sementara Israel terus melancarkan aksi militer ke wilayah Iran, sehingga ketegangan geopolitik tetap tinggi.
Sebelumnya, tekanan terhadap dolar muncul ketika Trump menunda rencana serangan terhadap infrastruktur energi Iran selama lima hari. Keputusan tersebut diambil dengan alasan adanya diskusi yang dinilai produktif dalam dua hari terakhir. Namun, ketidakpastian masih membayangi, terutama terkait hasil negosiasi dan kemungkinan dibukanya kembali Selat Hormuz sebagai jalur vital distribusi energi global.
Kondisi ini memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi kenaikan inflasi dalam beberapa bulan ke depan, seiring terganggunya kapasitas energi di kawasan Timur Tengah. Risiko tersebut juga membuka peluang kebijakan suku bunga lebih tinggi oleh bank sentral utama dunia. Saat ini, perhatian investor beralih ke data manufaktur Amerika Serikat yang akan datang, guna menilai ketahanan sektor bisnis di tengah tekanan geopolitik yang meningkat.
OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan US Dollar Index (DXY) saat ini menunjukkan fase konsolidasi setelah gagal menembus area resistance kuat di sekitar zona supply 100.00. Harga membentuk struktur lower high dengan tekanan jual yang masih dominan, terlihat dari rejection di area Fibonacci 61.8%–78.6%. Garis tren menurun juga memperkuat indikasi bahwa momentum bullish mulai melemah, sementara area 99.00 menjadi support penting yang sedang diuji.
Jika level tersebut ditembus, potensi penurunan menuju demand zone di kisaran 98.50 semakin terbuka. Namun, skenario alternatif tetap ada apabila harga mampu bertahan dan memantul dari support saat ini, dengan peluang retracement menuju resistance terdekat sebelum melanjutkan arah berikutnya. Secara keseluruhan, pasar masih bergerak dalam tekanan dengan bias bearish selama belum ada breakout signifikan ke atas zona supply.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.