Indeks dolar AS (DXY) menguat di atas 98,5, menembus level tertinggi dua pekan seiring pasar mencerna serangan Amerika Serikat ke Venezuela. Aksi militer yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro memunculkan kembali risiko geopolitik, meski dampaknya terhadap pasar global masih relatif terbatas. Penguatan dolar mencerminkan sikap defensif investor di tengah ketidakpastian global.
Perhatian kini beralih ke agenda data ekonomi AS yang padat pekan ini, terutama laporan ketenagakerjaan Desember yang dirilis Jumat. Data pendukung seperti JOLTS, ADP, ISM PMI, serta survei kepercayaan konsumen Michigan akan menjadi penentu ekspektasi arah kebijakan Federal Reserve. Rangkaian indikator tersebut berpotensi memicu volatilitas dolar dalam jangka pendek.
Saat ini, pasar memproyeksikan dua kali pemangkasan suku bunga tahun ini, lebih agresif dibandingkan proyeksi The Fed yang hanya satu kali. Selain itu, Presiden Donald Trump dijadwalkan mengumumkan kandidat Ketua The Fed berikutnya bulan ini, yang diperkirakan sejalan dengan dorongan suku bunga lebih rendah. Kombinasi faktor politik dan moneter ini menjaga dolar tetap sensitif terhadap setiap rilis data utama.
OPINI ANALIS TRAZE
Pergerakan US Dollar Index (DXY) pada timeframe 1 jam menunjukkan rebound bullish setelah harga bertahan di area demand 97.75 – 97.90. Zona ini berhasil menahan tekanan jual dan membentuk higher low, menandakan kembalinya dominasi buyer. Harga kini bergerak di atas garis tren naik serta area Fibonacci kunci, membuka peluang kelanjutan penguatan jangka pendek.
Secara teknikal, selama DXY mampu bertahan di atas 98.00, potensi kenaikan terbuka menuju resistance 98.50 hingga 98.75 yang berdekatan dengan area supply utama. Reaksi harga di zona tersebut akan menentukan kelanjutan tren, namun selama tidak terjadi penolakan kuat, bias bullish tetap terjaga dengan koreksi bersifat sementara.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.