Indeks dolar AS menguat mendekati level psikologis penting, mencatat kenaikan beruntun dan mencapai posisi tertinggi dalam hampir satu bulan. Penguatan ini terjadi seiring pelaku pasar bersikap antisipatif menjelang rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat, yang dinilai krusial untuk membaca kekuatan pasar tenaga kerja sekaligus arah kebijakan moneter Federal Reserve ke depan.
Data terbaru menunjukkan klaim pengangguran mingguan hanya naik tipis, sementara jumlah pemutusan hubungan kerja justru turun ke level terendah dalam beberapa bulan. Kondisi tersebut menegaskan ketahanan ekonomi AS, sehingga pasar menilai peluang The Fed mempertahankan suku bunga pada pertemuan mendatang sangat besar, meski ekspektasi penurunan suku bunga di paruh tahun tetap terjaga.
Selain faktor domestik, sentimen dolar turut dipengaruhi isu hukum terkait kebijakan tarif era Trump yang tengah ditunggu putusannya oleh Mahkamah Agung AS. Di sisi global, pelemahan tekanan inflasi di Eropa membuat euro tertekan, sehingga dolar mencatat kinerja mingguan paling solid terhadap mata uang tersebut dan memperkuat posisinya di pasar valuta asing.
OPINI ANALIS TRAZE

Indeks dolar AS (DXY) menunjukkan perbaikan struktur harga setelah memantul dari area terendah mingguan dan bergerak stabil dalam kanal naik. Terbentuknya change of character (CHoCH) di timeframe menengah menandakan pergeseran momentum dari tekanan jual menuju dominasi buyer, diperkuat oleh reaksi harga yang konsisten di atas garis tren naik. Selama level support dinamis mampu dipertahankan, potensi kelanjutan penguatan tetap terbuka.
Dari sudut pandang teknikal, zona supply di area atas menjadi tantangan utama yang berpotensi memicu reaksi profit taking. Namun, penempatan harga di atas level Fibonacci penting mengindikasikan kekuatan tren masih sehat. Jika tekanan beli berlanjut, DXY berpeluang menguji resistance berikutnya, sementara kegagalan bertahan di atas area kunci dapat membuka ruang koreksi terbatas sebelum arah selanjutnya terbentuk.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.