Harga emas dunia menguat ke kisaran USD 4.320 per ons pada awal pekan, mendekati rekor tertinggi sepanjang masa. Kenaikan ini terjadi seiring sikap investor yang cenderung menahan posisi sambil menunggu rilis data ekonomi penting Amerika Serikat. Fokus pasar tertuju pada laporan ketenagakerjaan yang dijadwalkan rilis Selasa serta data inflasi pada Kamis, yang dinilai krusial untuk membaca arah kebijakan suku bunga The Federal Reserve.
Pekan lalu, bank sentral AS kembali memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin, menjadi pemangkasan ketiga sepanjang tahun ini. Meski demikian, keputusan tersebut tidak diambil secara bulat karena tiga pejabat The Fed menyatakan penolakan. Perbedaan pandangan ini memperlihatkan masih adanya ketidakpastian mengenai peluang pelonggaran lanjutan pada 2026, terutama di tengah tekanan inflasi yang dinilai belum sepenuhnya mereda.
Sepanjang tahun berjalan, harga emas telah melonjak lebih dari 60%, menempatkannya pada jalur kinerja tahunan terbaik sejak 1979. Lonjakan ini ditopang oleh pembelian agresif bank sentral, arus masuk dana ETF yang kuat, meningkatnya permintaan aset lindung nilai, serta pergeseran minat investor dari obligasi dan mata uang ke logam mulia. Kondisi tersebut mengukuhkan emas sebagai instrumen favorit di tengah dinamika ekonomi global yang penuh ketidakpastian.
OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan emas (XAUUSD) pada timeframe H4 menunjukkan sinyal teknikal yang semakin kuat menuju tren bullish. Harga berhasil bertahan di atas area support kunci sekitar 4.296, sekaligus membentuk bullish pin bar yang menandakan penolakan tekanan jual. Pola ini mencerminkan dominasi buyer yang mulai menguasai pasar setelah fase konsolidasi, membuka peluang lanjutan kenaikan dalam jangka pendek.
Selama harga tetap bertahan di atas zona tersebut, potensi emas untuk menguji area resistance berikutnya di kisaran 4.349 masih terbuka lebar. Struktur higher low yang terbentuk memperkuat skenario kenaikan, terlebih tren jangka menengah masih berada di atas rata-rata pergerakan utama. Kondisi ini membuat emas tetap menarik sebagai aset safe haven di tengah sentimen global yang belum sepenuhnya stabil.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.