HomeMarket NewsBaku Hantam Dolar vs Emas di Tengah Kemelut Timur Tengah

Harga emas tertekan di bawah 5.100 dolar per ons pada perdagangan Senin (09/03) seiring penguatan dolar Amerika Serikat yang menekan daya tarik logam mulia. Kenaikan mata uang AS membuat emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain, sehingga minat beli cenderung berkurang. Di sisi lain, ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh bank sentral Amerika juga mulai meredup, memberikan tekanan tambahan terhadap pergerakan harga.

Sentimen pasar semakin dipengaruhi oleh lonjakan harga minyak dunia yang kembali menembus 100 dolar per barel. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran munculnya kembali inflasi global, sehingga pelaku pasar memperkirakan bank sentral Amerika kemungkinan menunda kebijakan pelonggaran moneter. Harapan suku bunga tetap tinggi dalam waktu lebih lama biasanya membuat investor beralih ke aset berbunga, sehingga permintaan terhadap emas berkurang.

Ketegangan geopolitik di Timur Tengah turut menambah ketidakpastian ekonomi global. Konflik dengan Iran telah memasuki pekan kedua, sementara jalur pengiriman energi penting di Selat Hormuz masih mengalami gangguan. Beberapa produsen minyak besar di kawasan seperti Kuwait, Irak, dan Uni Emirat Arab bahkan mulai mengurangi produksi karena kapasitas penyimpanan yang semakin terbatas. Situasi ini menjaga volatilitas pasar komoditas dan membuat investor tetap berhati-hati dalam mengambil posisi.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan emas (XAUUSD) pada timeframe satu jam menunjukkan tanda pemulihan setelah sempat mengalami tekanan kuat hingga mendekati area 5.000. Reaksi cepat dari zona dukungan tersebut memicu pantulan harga menuju kisaran 5.070, menandakan munculnya kembali minat beli di level bawah. Struktur pasar mulai memperlihatkan perubahan arah setelah terbentuknya change of character yang membuka peluang penguatan jangka pendek.

Apabila harga mampu bertahan di atas area penopang sekitar 5.070, potensi kenaikan menuju target pertama di sekitar 5.150 cukup terbuka. Jika momentum terus berlanjut, pergerakan selanjutnya berpeluang menguji area puncak kuat di kisaran 5.200. Namun, kegagalan mempertahankan level dukungan dapat memicu tekanan baru yang membawa harga kembali mendekati zona 5.000 sebagai area pertahanan berikutnya bagi pembeli.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Peringatan Risiko: Trading forex memiliki risiko tinggi dan tidak cocok untuk semua investor. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi di pasar valuta asing, Anda harus mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan toleransi risiko Anda. Ada kemungkinan Anda akan kehilangan sebagian atau seluruh modal awal Anda, sehingga Anda tidak boleh menginvestasikan uang yang tidak siap untuk Anda rugikan. Pastikan Anda sepenuhnya memahami semua risiko yang terlibat dalam trading forex dan, jika diperlukan, carilah saran dari penasihat keuangan independen. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Semua keputusan investasi merupakan tanggung jawab pribadi, dan tidak ada jaminan dari pihak mana pun bahwa Anda akan memperoleh keuntungan dari trading forex.

Disclaimer: Trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif mungkin tidak sesuai untuk semua investor. Anda dapat mengalami kerugian yang signifikan dalam waktu singkat. Jumlah uang yang Anda rugikan bisa lebih besar dari dana awal (Initial Margin) yang Anda setorkan ke Pialang Berjangka. Anda bisa kehilangan seluruh Margin Anda serta Margin tambahan yang ditempatkan di Pialang Berjangka untuk mempertahankan posisi Kontrak Derivatif Anda dalam Sistem Trading Alternatif. Hal ini karena Trading Berjangka sangat dipengaruhi oleh leverage, di mana investasi yang relatif kecil dapat digunakan untuk membuka posisi dengan nilai aset yang jauh lebih tinggi. Jika Anda tidak siap menghadapi risiko tersebut, sebaiknya Anda tidak melakukan trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif.

PT Traze Andalan Futures adalah Pialang Berjangka yang berizin dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) dengan Nomor Izin Usaha: 661/BAPPEBTI/SI/IV/2005 dan nomor izin SPA: 1294/BAPPEBTI/SP/7/2007, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Nomor Persetujuan Prinsip: S-161/PM.02/2025, Bank Indonesia (BI) dengan Nomor Terdaftar: 27/289/DPPK/Srt/B

PT Traze Andalan Futures merupakan Anggota Bursa Jakarta Futures Exchange (JFX) Nomor: SPAB-084/BBJ/09/04, anggota Kliring Berjangka Indonesia (KBI) Nomor: 09/AK-KBI/PN-PA/VII/2022, Anggota Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Nomor 049/SK/ICDX/DIR/III/2025, anggota Indonesia Clearing House (ICH) Nomor 051/SK/ICH/DIR/III/2025, serta anggota Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia (ASPEBTINDO) Nomor 0055/ASPEBTINDO/ANG-B/7/2015.

Seluruh layanan dan produk yang dapat diakses melalui situs www.traze.co.id disediakan oleh PT Traze Andalan Futures dengan alamat terdaftar perusahaan berlokasi di Sinarmas Land Plaza Sudirman (dh. Sinarmas MSIG Tower), Lantai 35, Jl. Jenderal Sudirman KAV 21, Kuningan, Karet, Kecamatan Setiabudi, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta, 12920 – Indonesia.

Harap diperhatikan bahwa PT Traze Andalan Futures tidak menyediakan layanan bagi penduduk di yurisdiksi tertentu, termasuk tetapi tidak terbatas pada Amerika Serikat, Brasil, Kanada, Mesir, Iran, Korea Utara (Democratic People’s Republic of Korea), dan Uni Eropa.

Official Website: www.traze.co.id | © 2026 Traze