Harga minyak WTI bertahan di atas area penguatan setelah melonjak signifikan pada sesi sebelumnya dan mendekati level tertinggi dalam beberapa bulan. Lonjakan ini dipicu gangguan pasokan akibat badai musim dingin ekstrem yang memangkas produksi minyak Amerika Serikat secara besar-besaran. Tekanan pada infrastruktur energi serta terhentinya sementara ekspor di kawasan Teluk Meksiko membuat pasokan global semakin ketat.
Kondisi cuaca buruk yang masih melanda wilayah selatan AS berpotensi memperlambat pemulihan produksi dan distribusi. Di sisi lain, pasar juga mencermati peningkatan kehadiran militer Amerika Serikat di Timur Tengah yang memicu kekhawatiran eskalasi geopolitik, khususnya terkait Iran. Faktor risiko tersebut memperkuat sentimen bullish di pasar energi.
Dukungan tambahan datang dari data persediaan minyak mentah AS yang menunjukkan penurunan stok, berlawanan dengan ekspektasi kenaikan. Pelemahan dolar AS ke posisi terendah dalam beberapa tahun terakhir turut meningkatkan daya tarik komoditas berbasis dolar bagi investor global. Kombinasi faktor pasokan, geopolitik, dan nilai tukar menjaga harga minyak tetap solid dalam jangka pendek.
OPINI ANALIS TRAZE
Pergerakan USOIL pada timeframe empat jam menunjukkan struktur bullish yang masih terjaga setelah harga berhasil bertahan di area demand zone dan membentuk kelanjutan tren naik. Kenaikan ini diperkuat oleh break of structure yang menandakan dominasi buyer tetap solid. Selama harga tidak turun menembus area support utama, potensi penguatan lanjutan masih terbuka dengan minat beli yang cenderung bertahan.
Dari sudut pandang teknikal, area retracement menjadi zona koreksi wajar sebelum harga melanjutkan kenaikan ke resistance berikutnya. Proyeksi pergerakan mengarah ke level ekstensi sebagai target lanjutan, seiring momentum yang masih positif. Selama tidak terjadi penembusan signifikan di bawah demand zone, outlook minyak mentah tetap condong menguat dalam jangka pendek.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.