Indeks dolar Amerika Serikat bergerak bertahan di area terendah pekan ini setelah melewati periode perdagangan yang sangat bergejolak. Pelemahan mata uang AS mencerminkan kegelisahan pasar akibat perubahan cepat dinamika geopolitik global, yang mendorong investor mengurangi eksposur terhadap aset berbasis dolar dan mencari alternatif yang lebih stabil.
Sentimen negatif muncul setelah pernyataan keras Presiden AS terhadap sejumlah negara Eropa terkait rencana Greenland, sebelum akhirnya berbalik arah usai tercapai kerangka kesepakatan dengan NATO. Ketidakjelasan isi perjanjian memicu spekulasi pasar, sementara kekhawatiran meningkat seiring potensi tekanan dari Eropa melalui kepemilikan aset AS, termasuk langkah dana pensiun Denmark yang melepas obligasi pemerintah Amerika.
Dari sisi kebijakan moneter, pelaku pasar menilai Federal Reserve akan menahan suku bunga pada pertemuan mendatang, sehingga tidak memberi dukungan tambahan bagi dolar. Tekanan mingguan paling terasa terhadap euro dan mata uang kawasan Pasifik, menegaskan bahwa pelemahan dolar dipengaruhi kombinasi ketidakpastian politik dan minimnya katalis kebijakan jangka pendek.
OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan Indeks Dolar AS (DXY) pada timeframe empat jam menunjukkan perubahan struktur pasar setelah harga gagal bertahan di area supply zone. Munculnya sinyal change of character menandakan dominasi seller mulai menguat, diperkuat oleh penolakan dari area Fibonacci atas yang berfungsi sebagai resistance. Tekanan jual ini mendorong harga turun kembali ke area support terdekat yang kini menjadi penentu arah lanjutan.
Secara teknikal, selama DXY tetap berada di bawah area resistance kunci, potensi pelemahan lanjutan masih terbuka menuju level support berikutnya. Reaksi harga di zona ini akan menjadi sinyal penting bagi pelaku pasar, apakah terjadi pantulan sementara atau kelanjutan tren turun. Oleh karena itu, disiplin pengelolaan risiko tetap diperlukan untuk menghadapi volatilitas indeks dolar yang sensitif terhadap sentimen global.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.