Harga Crude Oil dibuka melonjak sekitar tiga persen pada perdagangan Minggu malam dan naik ke kisaran $100 per barel, level tertinggi sejak pertengahan 2022. Kenaikan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik setelah konflik Timur Tengah memasuki minggu ketiga. Lonjakan harga mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi global.
Ketegangan memuncak setelah serangan Amerika Serikat terhadap target militer di Kharg Island, pusat ekspor minyak utama Iran. Presiden Donald Trump juga memperingatkan bahwa infrastruktur ekspor minyak di pulau tersebut yang menangani sekitar sembilan puluh persen pengiriman minyak Iran dapat menjadi sasaran berikutnya. Serangan langsung terhadap terminal ekspor di Kharg berpotensi memicu respons keras dari Teheran yang dapat menargetkan fasilitas energi di berbagai negara kawasan.
Di tengah kekhawatiran pasokan, International Energy Agency menyatakan bahwa minyak dari pelepasan cadangan strategis besar yang diumumkan pekan lalu akan segera tersedia untuk pasar Asia. Langkah ini bertujuan menstabilkan pasokan global setelah rekor pelepasan sekitar 400 juta barel dari cadangan energi. Namun, pasar tetap waspada karena eskalasi konflik berpotensi memperburuk ketidakpastian di sektor energi dunia.
OPINI ANALIS TRAZE

Analisis teknikal USOIL pada timeframe 1 jam menunjukkan harga masih bergerak dalam tren naik jangka pendek setelah berhasil membentuk rangkaian higher low. Pergerakan saat ini berada di area konsolidasi sekitar 96 – 98 setelah sebelumnya mencatat kenaikan kuat dari zona support di dekat 92. Struktur pasar tetap konstruktif selama harga bertahan di atas garis tren naik yang berfungsi sebagai penopang utama momentum bullish.
Apabila harga mampu bertahan di atas area support 95 – 96, peluang kenaikan masih terbuka dengan target teknikal pertama di sekitar 102. Jika momentum beli terus menguat dan resistance tersebut berhasil ditembus, pergerakan berpotensi berlanjut menuju area 105 sebagai target berikutnya. Namun, skenario bullish dapat melemah apabila harga turun dan menembus area 91, yang berpotensi memicu tekanan jual lebih dalam pada pasar minyak.