HomeMarket NewsAncaman Penutupan Hormuz Picu Lonjakan Harga Minyak Dunia

Harga minyak dunia menguat tajam dengan kontrak berjangka West Texas Intermediate crude oil diperdagangkan di sekitar $95 per barel pada Jumat (13/03). Reli ini terjadi setelah lonjakan besar dalam dua hari terakhir, dipicu meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mengganggu arus pasokan energi global.

Pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, menegaskan negaranya akan menjaga penutupan jalur vital energi dunia di Strait of Hormuz. Ia juga memperingatkan kemungkinan pembukaan front konflik baru jika serangan dari Amerika Serikat dan Israel berlanjut. Sementara itu, Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa mencegah Iran memiliki senjata nuklir lebih penting dibanding dampak kenaikan harga minyak.

Gangguan distribusi semakin parah karena kapal tanker tidak dapat memuat kargo dari kawasan Teluk sejak konflik pecah awal bulan ini. Situasi tersebut menghilangkan sekitar 20% perdagangan minyak global dan memaksa negara-negara Teluk memangkas produksi hingga 10 juta barel per hari akibat kapasitas penyimpanan yang penuh. International Energy Agency menyebut krisis ini sebagai salah satu gangguan terbesar dalam sejarah pasar minyak, sehingga negara anggota sepakat melepas sekitar 400 juta barel dari cadangan strategis untuk menstabilkan pasar.

OPINI ANALIS TRAZE

Harga USOIL pada timeframe H1 menunjukkan struktur pasar yang mulai berubah setelah muncul Break of Structure (BOS) di area sekitar 96. Pergerakan sebelumnya membentuk rangkaian kenaikan dari zona akumulasi dan kini sedang melakukan koreksi sehat. Area Fibonacci retracement 38.2% – 61.8% (93.7–91.9) menjadi wilayah penting yang berpotensi menahan tekanan jual. Zona ini juga berdekatan dengan demand zone yang sebelumnya memicu impuls naik, sehingga kemungkinan besar menjadi area reaksi pembeli.

Selama harga tetap bertahan di atas support kunci 88.9, peluang lanjutan tren naik masih terbuka. Skenario yang menarik adalah penurunan sementara menuju area demand sebelum muncul dorongan bullish baru. Jika pembeli kembali mendominasi, harga berpotensi bergerak menuju target pertama di sekitar 98.9 dan berlanjut ke 101.6 sebagai target berikutnya. Namun, penembusan kuat di bawah zona support dapat membatalkan skenario kenaikan dan membuka peluang penurunan lebih dalam.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Peringatan Risiko: Trading forex memiliki risiko tinggi dan tidak cocok untuk semua investor. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi di pasar valuta asing, Anda harus mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan toleransi risiko Anda. Ada kemungkinan Anda akan kehilangan sebagian atau seluruh modal awal Anda, sehingga Anda tidak boleh menginvestasikan uang yang tidak siap untuk Anda rugikan. Pastikan Anda sepenuhnya memahami semua risiko yang terlibat dalam trading forex dan, jika diperlukan, carilah saran dari penasihat keuangan independen. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Semua keputusan investasi merupakan tanggung jawab pribadi, dan tidak ada jaminan dari pihak mana pun bahwa Anda akan memperoleh keuntungan dari trading forex.

Disclaimer: Trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif mungkin tidak sesuai untuk semua investor. Anda dapat mengalami kerugian yang signifikan dalam waktu singkat. Jumlah uang yang Anda rugikan bisa lebih besar dari dana awal (Initial Margin) yang Anda setorkan ke Pialang Berjangka. Anda bisa kehilangan seluruh Margin Anda serta Margin tambahan yang ditempatkan di Pialang Berjangka untuk mempertahankan posisi Kontrak Derivatif Anda dalam Sistem Trading Alternatif. Hal ini karena Trading Berjangka sangat dipengaruhi oleh leverage, di mana investasi yang relatif kecil dapat digunakan untuk membuka posisi dengan nilai aset yang jauh lebih tinggi. Jika Anda tidak siap menghadapi risiko tersebut, sebaiknya Anda tidak melakukan trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif.

PT Traze Andalan Futures adalah Pialang Berjangka yang berizin dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) dengan Nomor Izin Usaha: 661/BAPPEBTI/SI/IV/2005 dan nomor izin SPA: 1294/BAPPEBTI/SP/7/2007, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Nomor Persetujuan Prinsip: S-161/PM.02/2025, Bank Indonesia (BI) dengan Nomor Terdaftar: 27/289/DPPK/Srt/B

PT Traze Andalan Futures merupakan Anggota Bursa Jakarta Futures Exchange (JFX) Nomor: SPAB-084/BBJ/09/04, anggota Kliring Berjangka Indonesia (KBI) Nomor: 09/AK-KBI/PN-PA/VII/2022, Anggota Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Nomor 049/SK/ICDX/DIR/III/2025, anggota Indonesia Clearing House (ICH) Nomor 051/SK/ICH/DIR/III/2025, serta anggota Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia (ASPEBTINDO) Nomor 0055/ASPEBTINDO/ANG-B/7/2015.

Seluruh layanan dan produk yang dapat diakses melalui situs www.traze.co.id disediakan oleh PT Traze Andalan Futures dengan alamat terdaftar perusahaan berlokasi di Sinarmas Land Plaza Sudirman (dh. Sinarmas MSIG Tower), Lantai 35, Jl. Jenderal Sudirman KAV 21, Kuningan, Karet, Kecamatan Setiabudi, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta, 12920 – Indonesia.

Harap diperhatikan bahwa PT Traze Andalan Futures tidak menyediakan layanan bagi penduduk di yurisdiksi tertentu, termasuk tetapi tidak terbatas pada Amerika Serikat, Brasil, Kanada, Mesir, Iran, Korea Utara (Democratic People’s Republic of Korea), dan Uni Eropa.

Official Website: www.traze.co.id | © 2026 Traze