Harga minyak WTI turun menuju $57.8 per barel pada awal pekan, memperpanjang penurunan selama empat sesi hingga menyentuh posisi terendah satu bulan. Tekanan ini muncul seiring meningkatnya peluang tercapainya kesepakatan damai Rusia–Ukraina, yang memicu spekulasi perubahan pada dinamika pasokan global.
Kemajuan proposal perdamaian yang dibahas AS dan Ukraina menimbulkan kekhawatiran baru di antara sejumlah negara Eropa, karena potensi kesepakatan dianggap terlalu menguntungkan Moskow. Jika pembatasan terhadap minyak Rusia dilonggarkan, pasar dapat dibanjiri tambahan suplai di tengah proyeksi kelebihan pasokan tahun depan.
WTI telah melemah lebih dari 5% sepanjang bulan ini dan berisiko mencatat penurunan bulanan keempat berturut-turut. Tren negatif tersebut menjadi rentetan terpanjang sejak 2023, menandakan sentimen pasar minyak masih cenderung bearish dalam jangka pendek.
USOIL SPOT– Technical Analysis

OPINI ANALIS TRAZE
Pergerakan harga minyak WTI masih berada dalam tekanan turun setelah harga memantul dari batas bawah channel. Meski muncul respons beli, struktur pasar tetap menunjukkan dominasi seller dengan rangkaian lower high.
Jika harga mampu naik, potensi retest menuju Area Supply di zona Fibonacci bisa terjadi sebelum tekanan jual kembali muncul. Area ini menjadi penentu apakah koreksi dapat berlanjut atau hanya pantulan sementara.
Namun bila support kembali ditembus, WTI berisiko melanjutkan penurunan menuju Area Demand, menandakan tren bearish masih kuat dan ruang pelemahan belum selesai.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.